Mengupas Beragam Persoalan Dakwah Islam Tanah Air Melalui Obrolan Santai
Penulis: Abu Umar Basyier
Penerbit: Shafa Publika
Ukuran: 15x21
Berat: 200gr
Harga: Rp. 22.000
Suatu negeri menjadi begitu rapuh karena elemen masyarakatnya tidak saling percaya, tidak saling menghormati dan tidak saling dukung untuk membangun. Negeri yang tampak bersatu, tapi jiwa masyarakatnya terkoyak-koyak centang-perenang oleh benturan berbagai kepentingan pribadi dan kelompok. Masing-masing saling curiga dan digerogoti kedengkian.
Nageri itu semakin rapuh karena rakyat dan pemimpin tidak bahu-membahu. Pemimpinnya memikirikan perebutan kedudukan sendiri dan menggenggam kekuasaannya dengan zhalim. Sedangkan rakyatnya menghabiskan banyak energi untuk menguliti kelemahan pemimpin dan bahkan menghinanya. Pemimpin tidak mengayomi rakyatnya. Rakyatnya saa sekali tidak respek kepada pemimpinya. Negeri itu seolah dililit benang kusut krisis yag tidak diketahui dimana ujung akhirnya.\
Ustadz Abu Umar Basyier memotret kenyataan itu dalam obrolan pinggir jalan dan warung kopi lapisan warga akar rumput dalam bukunya Indonesia Negeri Pendengki? Autokritik dalam buku ini bukan untuk emnghakimi siapapun tetapi menjadi nasihat bagi kita semua untuk menanam insvestasi perbaikan bagi kehdupan negeri ini.
